SUKABUMI, JAWA BARAT – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi sejak Rabu (4/3/2026) memicu bencana tanah bergerak di Kecamatan Bantargadung. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 114 rumah warga mengalami kerusakan dan ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kerusakan rumah terdiri dari 70 unit rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 18 unit rusak ringan, sementara beberapa rumah lainnya berada dalam kondisi terancam karena posisi tanah yang terus bergerak.
Pergerakan tanah terjadi setelah hujan turun terus-menerus selama beberapa hari, menyebabkan struktur tanah menjadi labil dan retakan di sejumlah titik permukiman semakin melebar. Kondisi ini membuat sebagian rumah tidak lagi layak dihuni sehingga warga harus segera dievakuasi untuk menghindari risiko korban jiwa.
Ratusan warga terdampak saat ini mengungsi ke posko darurat, rumah kerabat, dan fasilitas umum yang disiapkan pemerintah daerah. Petugas BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan, membantu evakuasi, dan menyalurkan bantuan logistik kepada korban terdampak.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor dan pergerakan tanah agar meningkatkan kewaspadaan, terutama selama musim hujan, karena potensi bencana susulan masih mungkin terjadi apabila curah hujan tinggi kembali turun di kawasan tersebut.










