SUBANG – Warga Kecamatan Patokbeusi, Kabupaten Subang, Jawa Barat, dibuat geger dengan kemunculan busa hitam pekat yang beterbangan di udara dan menimbulkan bau menyengat. Fenomena aneh ini terekam dalam video amatir warga dan viral di media sosial, memicu kekhawatiran akan adanya pencemaran lingkungan.
Dalam rekaman tersebut, tampak busa berwarna hitam pekat terbawa angin, menyelimuti area sawah dan permukiman penduduk. Beberapa warga mengaku mencium bau tak sedap mirip limbah pabrik saat busa itu jatuh ke tanah.
Pemprov Jabar Bentuk Tim Investigasi
Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi langsung memerintahkan tim gabungan untuk turun ke lokasi dan melakukan investigasi.
“Kami sudah meminta tim untuk melakukan pengecekan dan investigasi lebih lanjut,” ujar Dedi, Rabu (30/10/2025).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, membenarkan bahwa pihaknya telah menurunkan tim ke lapangan untuk menelusuri sumber busa misterius itu.
“Tim sudah bergerak ke lokasi, namun hingga kini kami belum menerima laporan lengkap terkait sumber maupun kandungan zat dari busa tersebut,” ujarnya.
Peneliti BRIN: Bisa Jadi Akibat Limbah Cair
Sementara itu, Peneliti BRIN, Prof. Thomas, menjelaskan bahwa fenomena busa hitam di udara bisa terjadi akibat pencemaran limbah cair yang mengandung bahan kimia tertentu.
“Limbah cair tertentu bisa menimbulkan busa yang menumpuk tinggi. Jika ada angin cukup kuat, busa tersebut bisa terangkat dan terbawa ke udara,” ungkapnya.
Menurutnya, fenomena ini perlu ditangani serius karena berpotensi berdampak pada kualitas udara, air, dan kesehatan warga sekitar.
Warga Dihimbau Tetap Waspada
Hingga kini, pihak berwenang masih terus melakukan investigasi untuk memastikan sumber dan kandungan zat dari busa hitam misterius tersebut.
Pemerintah juga mengimbau warga agar tetap waspada dan tidak bersentuhan langsung dengan busa yang jatuh ke tanah sebelum hasil uji laboratorium keluar.
“Kami harap masyarakat menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi,” tutup Kepala DLH Jabar.










