“Hari Baru untuk Jabar”: Usulan Dedi Mulyadi (KDM) Ganti Hari Jadi Jawa Barat

banner 468x60

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tegas menyatakan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat tak lagi cukup berlandaskan tanggal administratif. Ia mengusulkan untuk menggeser perayaan ulang tahun provinsi ke 3 Juni, menandai momen bersejarah saat Prabu Siliwangi (Sri Baduga Maharaja) diangkat menjadi Raja Pajajaran pada tahun 1482.

Menurut Dedi, penetapan Hari Jadi berdasarkan tahun 1945 (saat provinsi dibentuk secara administratif) gagal menangkap akar sejarah dan identitas budaya Sunda, sesuatu yang hingga kini terus menjadi bagian penting dari visinya membangun “Jabar berjiwa Sunda”.

“Ulang tahun 19 Agustus itu administratif saja. Jawa Barat perlu punya hari jadi yang berakar dari sejarah lokal dan budaya Sunda,” ujarnya dalam sebuah pernyataan publik.

Bagi politisi Gerindra ini, penetapan ulang tahun dengan merujuk pada era Prabu Siliwangi mempertegas sejarah panjang dan peradaban Sunda yang menjadi pondasi bagi Jawa Barat masa kini.

Usulan dari Gubernur Dedi Mulyadi untuk mengganti Hari Jadi Jawa Barat bukan semata soal tanggal, melainkan upaya membumikan sejarah, merawat identitas, dan menguatkan akar budaya Sunda. Tetapi gagasan ini tidak lepas dari tantangan: perlu keseimbangan antara memuliakan warisan dan menjaga pluralitas, serta memastikan proses dialog yang terbuka kepada seluruh rakyat Jabar.

Jika usulan KDM disetujui, maka Hari Jadi Jabar pun akan dihitung sejak tahun 1482 masehi. Itu artinya, usia Jawa Barat pun jauh lebih tua dibandingkan dengan yang biasa diperingati.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *