Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan bahwa sekitar 90 persen permasalahan yang selama ini membelit Kebun Binatang Bandung telah berhasil diselesaikan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat melakukan peninjauan ke lokasi.
Menurut Dedi, berbagai persoalan utama yang sebelumnya menghambat operasional kebun binatang kini sudah tertangani, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan pegawai serta keberlangsungan operasional. “Masalahnya sudah sekitar 90 persen selesai. Tinggal persoalan pengelolaan dan kepemilikan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan usai pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, manajemen kebun binatang, dan Pemerintah Kota Bandung untuk membahas langkah penyelamatan lembaga konservasi tersebut.
Salah satu keputusan penting adalah pengalihan tanggung jawab pembayaran gaji pegawai kepada Pemerintah Kota Bandung. Para pekerja kini resmi tercatat sebagai tenaga kerja di bawah pemerintah kota dan dijadwalkan mulai menerima gaji pada 25 April 2026.
Selain itu, tunggakan gaji yang sempat tertunda akan diselesaikan secara bertahap oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan kepastian bagi para pekerja yang sebelumnya terdampak masalah operasional.
Dari sisi kesejahteraan satwa, pemerintah juga memastikan kondisi hewan tetap terjaga dengan baik. Ketersediaan pakan dinyatakan aman, sementara dukungan tambahan untuk nutrisi akan diberikan melalui program bantuan sosial. Tenaga medis dan paramedis pun akan mendapatkan tambahan penghasilan setelah sebelumnya sempat tidak menerima gaji.
Meski sebagian besar masalah telah terselesaikan, pemerintah masih fokus menyelesaikan dua hal utama yang tersisa, yaitu aspek pengelolaan dan kepemilikan lahan. Proses seleksi pengelola baru juga tengah disiapkan melalui mekanisme terbuka guna memastikan pengelolaan kebun binatang berjalan lebih profesional ke depan.
Dengan berbagai perbaikan tersebut, pemerintah berharap Kebun Binatang Bandung dapat segera kembali dibuka untuk publik sebagai sarana rekreasi sekaligus edukasi bagi masyarakat.










