CCTV Rusak hingga ART Pulang Duluan, 3 Kejanggalan Kasus Pembunuhan Anak Petinggi PKS Cilegon

banner 468x60

Berkibar News — Sudah sepekan berlalu sejak kasus pembunuhan tragis yang menimpa anak dari petinggi PKS Kota Cilegon, Maman Suherman, namun hingga kini pengungkapan kasus tersebut masih belum menemukan titik terang.

Korban yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar ditemukan tewas mengenaskan di rumahnya dengan 19 luka tusukan serta tiga bekas kekerasan akibat benda tumpul. Peristiwa ini menyita perhatian publik, terlebih karena muncul sejumlah kejanggalan yang dinilai janggal oleh masyarakat.

1. CCTV Rumah Rusak Total

Rumah mewah tempat korban tinggal diketahui tidak memiliki pengamanan tambahan seperti satpam pribadi. Kasi Humas Polres Cilegon, AKP Sigit Dermawan, menyebutkan bahwa rumah tersebut dihuni oleh delapan orang, terdiri dari keluarga korban dan pihak lain.

“Ada delapan orang, keluarga korban dan pihak lain, termasuk orang tuanya,” ujar AKP Sigit.

Meski rumah dilengkapi dengan kamera pengawas, seluruh CCTV dilaporkan tidak berfungsi. Polisi menyebut, CCTV tersebut sudah rusak sejak dua minggu sebelum kejadian. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar di tengah publik, mengingat status pemilik rumah sebagai tokoh politik.

2. ART Pulang Sebelum Waktu Kejadian

Kejanggalan lain terungkap dari keterangan petugas keamanan kompleks perumahan, Sukir. Ia mengatakan bahwa hanya terdapat dua asisten rumah tangga (ART) di rumah tersebut dan keduanya telah pulang sebelum peristiwa pembunuhan terjadi.

“Ada dua pembantunya. Yang satu pulang jam 11.00 WIB, dan yang satu lagi sekitar jam 14.00 WIB,” kata Sukir, dikutip dari Kompas TV.

Sementara itu, polisi memastikan tidak ada barang berharga yang hilang dari rumah korban.

“Barang-barang berharga masih lengkap, tidak ada yang hilang,” tegas AKP Sigit Dermawan.

Fakta tersebut memperkuat dugaan bahwa kasus ini bukan perampokan, melainkan pembunuhan yang direncanakan.

3. Empat Pegawai Dipecat Sebelum Peristiwa

Ayah korban, Maman Suherman, mengungkapkan bahwa dirinya sempat memecat empat pegawai beberapa waktu sebelum kejadian. Hal ini menambah daftar kejanggalan dalam kasus tersebut.

Maman menduga pelaku kemungkinan merupakan orang dekat yang mengetahui seluk-beluk rumah, kebiasaan keluarga, serta kondisi lingkungan sekitar.

Pendapat Pakar Kepolisian

Polisi menegaskan bahwa peristiwa ini merupakan pembunuhan murni, bukan tindak kriminal bermotif pencurian.

Mantan Kabareskrim Polri, Komjen Pol (Purn) Susno Duadji, menilai bahwa meski CCTV tidak berfungsi, polisi masih memiliki banyak cara untuk mengungkap kasus ini.

“CCTV bukan satu-satunya alat bukti. Alat bukti saintifik seperti sidik jari sangat penting karena tidak bisa berbohong,” ujar Susno, Minggu (21/12/2025), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Ia juga menekankan pentingnya penelusuran komunikasi digital, termasuk ponsel milik korban, orang tua, ART, serta saksi-saksi lain yang relevan.

“Alat bukti berupa komunikasi digital di HP bisa menjadi kunci untuk mengungkap perkara ini,” tambahnya.

Hingga kini, masyarakat masih menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap pelaku di balik kasus pembunuhan yang mengguncang Cilegon tersebut.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *