Bandung Barat – Menteri Lingkungan Hidup (LH) menyoroti keterkaitan antara pola makan masyarakat perkotaan dengan meningkatnya kerusakan lingkungan, termasuk bencana longsor yang terjadi di wilayah lereng Bandung Barat. Menurutnya, perubahan gaya hidup dan konsumsi masyarakat kota berdampak langsung pada tekanan terhadap kawasan alam di sekitarnya.
Menteri LH menjelaskan, tingginya permintaan pangan khas perkotaan mendorong alih fungsi lahan secara masif di daerah penyangga. Kawasan lereng yang seharusnya berfungsi sebagai daerah resapan air dan penahan tanah justru berubah menjadi lahan pertanian intensif maupun kawasan terbangun.
“Pola makan masyarakat perkotaan yang menuntut pasokan besar dan cepat berdampak pada pembukaan lahan di daerah hulu. Jika tidak dikendalikan, ini memicu degradasi lingkungan dan meningkatkan risiko longsor,” ujarnya.
Ia mencontohkan, permintaan tinggi terhadap komoditas tertentu membuat lahan di daerah perbukitan dieksploitasi tanpa memperhatikan kaidah konservasi. Akibatnya, struktur tanah menjadi labil, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi.
Longsor di lereng Bandung Barat, kata Menteri LH, bukan semata-mata akibat faktor alam, tetapi juga hasil dari akumulasi aktivitas manusia yang tidak berkelanjutan. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya dengan upaya darurat, melainkan harus menyentuh akar persoalan.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah didorong untuk memperkuat pengawasan tata ruang, melindungi kawasan lindung, serta mengedukasi masyarakat tentang konsumsi yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, pendekatan pertanian berkelanjutan di daerah hulu juga dinilai menjadi kunci untuk menekan risiko bencana.
“Kita perlu melihat hubungan antara kota dan desa sebagai satu kesatuan ekosistem. Apa yang dikonsumsi di kota berdampak langsung pada kondisi lingkungan di daerah penyangga,” tegasnya.
Pemerintah berharap kesadaran ini dapat mendorong perubahan perilaku, baik dari sisi kebijakan maupun gaya hidup masyarakat, demi menekan potensi bencana lingkungan di masa depan.










