Banjir Rob Rendam Perkampungan Muara Angke, Aktivitas Warga Lumpuh

banner 468x60

Jakarta, 6 Desember 2025 — Gelombang pasang air laut atau banjir rob kembali menerjang kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Sabtu pagi. Air mulai naik sekitar pukul 05.30 WIB, dan hanya dalam waktu 20–30 menit ketinggian genangan mencapai 60–80 sentimeter di beberapa titik permukiman padat.

Banjir yang terjadi pada 6 Desember 2025 ini disebut warga sebagai salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. Akses jalan menuju permukiman dan pelabuhan langsung terputus, memaksa warga menghentikan aktivitas pagi mereka.

“Tadi jam setengah enam masih kering. Tiba-tiba air masuk cepat banget. Rumah saya langsung tergenang hampir setinggi lutut,” ujar Adi (42), warga RT 05, yang sejak pagi memindahkan barang-barang ke tempat lebih tinggi.


Tanggul Belum Selesai Jadi Penyebab Utama

Banjir rob di Muara Angke memang sering terjadi, namun intensitasnya meningkat sejak November hingga Desember 2025. Proyek pembangunan tanggul laut yang ditargetkan selesai tahun depan masih berlangsung dan belum menutup seluruh garis pantai.

Pada periode pasang maksimum awal Desember 2025, air laut melimpas ke area yang belum memiliki perlindungan tanggul, menyebabkan genangan lebih besar dari biasanya.

Selain itu, penurunan muka tanah (land subsidence) di pesisir utara Jakarta membuat area permukiman semakin cekung dan lebih rendah dari permukaan air laut.


Transportasi Lumpuh, Ekonomi Terdampak

Banjir rob pada 6 Desember 2025 menyebabkan:

  • Jalan menuju Pelabuhan Kali Adem tergenang hingga 70–80 cm
  • Pedagang ikan tidak bisa mengangkut hasil tangkapan dari kapal
  • Warga yang bekerja di sekitar pelabuhan tidak dapat menuju tempat kerja
  • Anak-anak sekolah yang berangkat pagi terpaksa kembali pulang

Di beberapa titik, warga menggunakan perahu kecil untuk memindahkan barang atau membantu orang tua yang terjebak banjir.


Warga Bertahan, Menunggu Air Surut

Hingga menjelang siang, air belum sepenuhnya surut. Warga memperkirakan banjir akan bertahan hingga gelombang pasang menurun pada sore hari.

“Biasanya kalau pasang besar begini, baru turun sekitar jam dua atau tiga sore. Kami sudah terbiasa, tapi tetap saja repot,” kata Siti (37), warga RW 04.

Sampai pukul 12.00 WIB, belum terlihat posko bantuan didirikan, dan warga lebih banyak bergotong-royong sesama tetangga untuk mengamankan perabotan.


Seruan untuk Percepatan Mitigasi

Kejadian banjir rob pada 6 Desember 2025 ini kembali mengingatkan pentingnya percepatan pembangunan tanggul laut di sepanjang pesisir Muara Angke. Warga berharap proyek tersebut bisa dikebut agar gelombang pasang besar tidak terus merendam permukiman.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *