Banjir Bandang Terjang Sukabumi, Puluhan Rumah Terendam dan Akses Jalan Terputus

banner 468x60

Sukabumi, Jawa Barat – Hujan deras yang mengguyur wilayah Sukabumi pada akhir pekan kemarin menyebabkan terjadinya banjir bandang yang merendam sejumlah desa di beberapa kecamatan. Kejadian ini berlangsung pada Minggu, 28 Desember 2025, dan menyebabkan kerusakan yang cukup parah di beberapa titik.

Banjir yang dipicu oleh luapan Sungai Cimandiri dan Sungai Cikupa ini menggenangi rumah-rumah warga dan merusak infrastruktur vital di wilayah yang terdampak. Puluhan rumah, terutama di Desa Cireunghas, Kecamatan Simpenan, terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter.

Banjir Merendam Rumah dan Infrastruktur

Pemerintah Kabupaten Sukabumi melaporkan bahwa sekitar 25 rumah warga di Desa Cireunghas, Simpenan, terendam banjir. Hewan ternak seperti domba dan kambing juga hanyut terbawa arus. Warga yang rumahnya terendam harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan saat ini mereka tinggal di posko pengungsian yang didirikan oleh BPBD setempat.

Selain merendam rumah, banjir juga memutuskan akses jalan utama di beberapa titik. Jembatan penghubung antara Desa Cireunghas dan desa-desa lainnya putus akibat derasnya arus air. Sejumlah warga yang sebelumnya terisolasi kini sedang dalam proses evakuasi.

Heri Susanto, seorang warga yang rumahnya terendam, menceritakan bahwa hujan deras turun sejak pagi hari dan semakin intens menjelang malam. “Tiba-tiba air datang begitu cepat. Kami sempat panik, tapi alhamdulillah bisa menyelamatkan diri,” ujarnya dengan suara bergetar.

Tim SAR dan Relawan Bergerak Cepat

BPBD Kabupaten Sukabumi bersama tim SAR, TNI, dan Polri segera turun tangan untuk membantu proses evakuasi dan penyelamatan. Relawan juga dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga yang membutuhkan.

Saat ini, sejumlah tenda darurat telah didirikan di tempat yang lebih aman untuk menampung para pengungsi. Selain itu, petugas juga sedang bekerja keras membersihkan puing-puing dan membuka akses jalan yang tertutup longsoran tanah akibat terjangan banjir.

Peringatan Dini dari BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait kemungkinan hujan lebatdan banjir bandang yang masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. BMKG memperkirakan kondisi cuaca ekstrem ini akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.

Mulyadi, Kepala BPBD Sukabumi, mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan mematuhi imbauan dari pihak berwenang. “Kami meminta warga yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk mengungsi lebih awal dan mengikuti perkembangan cuaca secara terus-menerus,” ujarnya.

Bantuan dan Pemulihan Pasca-Bencana

Pemerintah Kabupaten Sukabumi juga telah menyiapkan bantuan logistik, termasuk makanan, pakaian, dan perlengkapan darurat lainnya untuk warga yang terdampak. Proses pemulihan diharapkan dapat segera dimulai setelah kondisi memungkinkan.

Selain itu, sejumlah bantuan dari masyarakat dan organisasi kemanusiaan juga sudah mulai mengalir untuk membantu meringankan beban korban bencana.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *