Seorang anak berusia 12 tahun berinisial NS asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia pada Kamis (19/2/2026) dengan kondisi tubuh penuh luka bakar, lebam, dan melepuh. Kejadian ini memicu keprihatinan masyarakat setelah foto dan video kondisi korban tersebar luas di media sosial.
Video yang viral menunjukkan NS yang sempat dirawat di rumah sakit dalam kondisi lemah sambil ditanya siapa yang menyebabkan luka-lukanya. Dalam video itu, korban dengan lirih menyebut kata “mamah”, yang kemudian diartikan oleh sebagian netizen sebagai menunjuk sang ibu tiri sebagai pelaku.
Ayah kandung korban, Anwar Satibi (38), mengatakan dirinya mendapatkan kabar kondisi anaknya saat sedang bekerja di luar kota. Saat pulang, Anwar terkejut melihat kulit tubuh NS yang melepuh dan dipenuhi luka di beberapa bagian, sehingga langsung membawa anaknya ke rumah sakit.
Hasil pemeriksaan medis awal dan autopsi luar yang dilakukan tim forensik di RS Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi menemukan sejumlah luka bakar di tubuh NS, termasuk di lengan, kaki, wajah, serta organ dalam yang menunjukkan jantung dan paru-paru sedikit membengkak. Namun, penyebab pastinya masih belum bisa dipastikan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Beberapa laporan juga menyebut adanya dugaan korban dipaksa meminum air panas, namun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh kepolisian dan masih menjadi bagian dari proses penyelidikan.
Sementara itu, ibu tiri korban, TR (47 tahun), secara tegas membantah telah melakukan penganiayaan. TR menyatakan bahwa kondisi fisik NS yang memprihatinkan itu disebabkan oleh penyakit serius, termasuk dugaan kanker darah atau leukemia autoimun, berdasarkan informasi medis awal yang diterimanya. Ia menilai luka pada kulit adalah akibat sakit, bukan kekerasan.
TR juga mengatakan bahwa konflik antara NS dan dirinya sebelumnya hanyalah pertengkaran biasa antar anak-anak, bukan kekerasan yang berujung fatal. Ia menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib dan berharap kebenaran terungkap.
Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan lebih mendalam, termasuk menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian NS. Aparat juga belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.










