Aktivis KontraS Disiram Air Keras, Prabowo Subianto Minta Kasus Diusut Tuntas

banner 468x60

Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal.

Menurut Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, serangan tersebut menyebabkan luka serius di sejumlah bagian tubuh korban.

“Serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata,” ujar Dimas.

Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (12/3) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Kejadian ini juga terekam jelas oleh kamera CCTV, bahkan foto terduga pelaku telah beredar luas di masyarakat.


Kronologi Kejadian

Dilansir dari BBC News, saat kejadian Andrie Yunus baru saja selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) di Jakarta.

Tema podcast yang dibahas adalah “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”

Setelah kegiatan tersebut, Andrie menuju kawasan Cikini untuk mengisi bahan bakar sebelum kembali ke mess KontraS di Jalan Talang, Menteng.

Dimas mengungkapkan bahwa penyiraman terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat Andrie melintas di Jalan Salemba I yang terhubung dengan Jalan Talang.

Dua pria yang berboncengan sepeda motor—diduga menggunakan Honda Beat—menghampiri Andrie dari arah berlawanan.

Pengendara motor mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam.
Sementara pelaku yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaus biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah Andrie, mengenai sebagian tubuhnya.

Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motornya. Polisi kemudian mengonfirmasi kejadian penyiraman air keras tersebut.

Andrie segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, untuk mendapatkan penanganan medis.

“Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen,” kata Dimas.

Menurutnya, serangan tersebut diduga merupakan upaya membungkam suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia.


Siapa Andrie Yunus?

Andrie Yunus (lahir 16 Juni 1998) adalah seorang advokat, pengacara publik, sekaligus aktivis hak asasi manusia asal Indonesia. Ia dikenal sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS.

Andrie memulai kariernya sebagai Asisten Pengabdi Bantuan Hukum (APBH) di LBH Jakarta hingga Januari 2022.

Pada Maret 2022, ia bergabung dengan KontraS sebagai pengacara publik. Pada September 2023, ia dipercaya menjadi Kepala Divisi Advokasi Hak Asasi Manusia (HAM).

Kemudian pada Februari 2025, Andrie terpilih sebagai Wakil Koordinator Bidang Eksternal KontraS.

Selama berkiprah di KontraS, Andrie terlibat dalam berbagai advokasi kasus pelanggaran HAM, di antaranya:

  • Kasus pembunuhan dan mutilasi warga sipil di Timika, Papua Tengah
  • Kasus kerangkeng manusia di Langkat, Sumatera Utara
  • Kasus penembakan demonstran warga sipil dalam konflik lahan di Seruyan, Kalimantan Tengah

Reaksi Pemerintah

Peristiwa ini memicu berbagai spekulasi di masyarakat mengenai motif di balik serangan tersebut. Salah satu dugaan yang muncul adalah terkait aktivitas Andrie Yunus dalam mengadvokasi berbagai kasus pelanggaran HAM serta kritiknya terhadap kebijakan pemerintah.

Kasus penyiraman air keras terhadap aktivis bukanlah yang pertama terjadi di Indonesia. Sebelumnya, penyidik KPK Novel Baswedan juga mengalami serangan serupa yang menyebabkan kerusakan pada salah satu matanya.

Sering kali, kasus-kasus seperti ini berhenti pada pelaku di lapangan dan gagal mengungkap pihak yang diduga sebagai aktor intelektual di balik serangan.

Karena itu, masyarakat kini menuntut agar pemerintah mengusut tuntas kasus ini hingga ke dalang utamanya.

Dilansir dari Kompas.id, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, menyatakan telah menerima perintah langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Pengusutan akan dilakukan secara profesional dan transparan dengan mengedepankan metode penyidikan berbasis ilmiah.

“Terkait perkembangan kasus penyiraman terhadap aktivis, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan secara tuntas, profesional, dan transparan. Langkah-langkah yang kami lakukan juga akan tetap mengedepankan scientific crime investigation,” ujar Listyo di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026), dikutip dari tayangan Kompas TV.

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *